Perkenalan Segmen Baru (Lagi)

Kurang lebih, udah setahun gue mulai konsisten dengan nge-blog minimal seminggu sekali di sini. Dari konsisten, gue belajar untuk menerapkan sikap disiplin dalam diri sendiri. Dari konsisten, nulis udah jadi sebuah kebiasaan buat gue. Dari nulis asal-asalan, sampe bener-bener terorganisir. Dan gue membaginya dalam bentuk segmen-segmen (atau kategori). Buat yang belum tau, di blog ini ada banyak segmen-segmen postingan yang berbeda-beda. 

Dimulai dari segmen Interabsurd misalnya. Segmen wawancara absurd yang udah berjalan selama 6 bulan. Lalu, segmen Kotak Surat yang terbilang masih baru. Sebenernya masih banyak. Dan mungkin hanya dua itu yang pembaca tau. Ada segmen Jalan-jalan yang berisi cerita-cerita perjalanan gue. Ada segmen Tutorial, ya... walaupun kebanyakan absurd isinya. 

Ini beberapa segmen lain yang gue inget: tips, blog, story, menulis, renungan, lagi bener, review, video, giveaway, quiz, artwork, game, fenomena absurd, pengetahuan absurd, cintabsurd, dan masih ada yang lainnya. Gue coba jelasin beberapa aja ya. 

Menulis, berisi postingan gue tentang dunia kepenulisan. Lagi Bener, berisi postingan gue kalo lagi bener. Kadang bijak dan suka dibilang, "Mendingan lu jadi motivator aja, deh!" Fenomena absurd, sesuai namanya, berisi postingan yang membahas tentang fenomena-fenomena yang absurd menurut gue. Cintabsurd, gabungan dari kata cinta dan absurd. Postingan-postingan tentang cinta gitu, deh. Ya, cinta itu memang absurd. 

Sisanya, bisa kalian kepoin sendiri lewat kolom search di sebelah kanan ya. 

...

Anyway, sekarang saatnya gue memperkenalkan segmen baru lagi di blog ini. Inspirasinya gue dapet saat pelajaran bahasa Inggris di sekolah. Ketika itu, guru gue sedang menjelaskan tentang writing section buat ujian nanti. Ada teks deskriptif, naratif, eksposisi, dll. Saat penjelasan udah sampe di bagian teks naratif, beliau bilang, 

"Mungkinkah laptop menjadi teman manusia?" 
Mungkin, Pak.

"Coba bayangin, gimana kalo laptop bisa ngomong?"
Serem, Pak. 

"Tau kartun kapur ajaib?"
Chalkzone, Pak.

Chalkzone kartun

Dan tiba-tiba, gue mendapatkan pencerahan. Gue ngebayangin beneran, gimana kalo laptop gue bisa ngomong, lalu nulis di blog. Laptop gue bisa cerita dan curhat. Wah, kayaknya keren dan serem. Harus gue buatin segmennya nih di blog. Tapi gue masih bingung, dari sekian banyak benda mati, kenapa harus laptop? Kenapa nggak handphone aja, yang lebih deket dengan gue setiap hari? Pasti lucu nih kalo handphone gue bisa cerita.

Setelah melakukan perundingan dengan sekjen PBB, akhirnya gue putuskan juga, tokoh utamanya adalah handphone. Gue lebih memilih handphone ketimbang laptop, karena sepertinya handphone lebih tau tentang gue. Ke mana-mana, gue selalu bawa handphone. 

Okesip. Sekarang masalah nama. Tadinya gue mau make nama Talkzone, agak mirip sama Chalkzone sih. Bedanya, Talkzone itu adalah zona di mana benda-benda bisa bicara. Nggak kayak Chalkzone yang bendanya bisa bicara dan jalan-jalan juga. Atau kayak Friendzone dan Timezone. Apalagi Mizone. Itu mah minuman! Terlalu absurd.

Emang dasarnya gue nggak kreatif kalo nyari nama, karena gue pemakai produk Apple dan rata-rata produknya punya ciri khas, jadilah nama ini terlintas di pikiran: iTalk. Dengan sudut pandang orang pertama, ehm.. benda maksudnya, gue akan membuat seakan-akan handphone gue lagi bilang, "I Talk! Aku bisa ngomong! Aku bakal ceritain semuanya bos!"

Iya, handphone gue digambarkan sebagai handphone yang masih polos. Ngomongnya masih pake "aku", nggak pernah sombong, rajin menabung, dan sering di-charge. Di segmen iTalk lah dia bakal berbagi cerita dan keluh kesahnya. Nah, gimana jadinya kalo dia bisa nulis di blog kayak gue? Penasaran?

Hanya di kevinanggara.com! Sampai bertemu di postingan berikutnya!
iTalk

Posting Komentar