Review: Pop Mie Rasa Baru!

Pop Mie

Gue adalah orang yang paling bahagia ketika mendengar Pop Mie mengeluarkan varian terbarunya: kari susu dan kari keju. Mungkin, tim Pop Mie terinspirasi dari salah satu eksperimen yang pernah gue share, mie rebus susu. Resep yang terdengar absurd itu kini telah menjadi nyata. Pop Mie ini anti mainstream, mengeluarkan rasa yang masih terdengar asing di telinga orang Indonesia. Orang-orang pasti berpikir, "Apa nggak enek ya makan mie pake susu? Kari susu lagi? Kari campur susu. Hih?!"

Bagi yang nggak suka sama susu, sih, wajar aja kalo bilang begitu. Tapi bagi orang-orang yang demen sama kari, susu, dan mie, ini adalah surga dunia. Nggak hanya kari susu, Pop Mie juga mengeluarkan rasa kari keju. Gue termasuk orang yang beruntung, bisa nyobain kedua varian baru Pop Mie ini sebelum ada di pasaran (HEHEHE :P). Gue pribadi lebih suka sama Pop Mie rasa kari keju.

Karena emang gue adalah pecinta kari dan keju, apalagi ketika digabungkan dengan makanan kesukaan seluruh rakyat Indonesia (baca: mie instan), Pop Mie kari keju sukses nendang perut gue sampe kenyang karena rasa puas. Must try alert banget kedua rasa baru dari Pop Mie ini!

Gue juga bikin video tentang tipe-tipe orang makan Pop Mie:


Hayo, kalian termasuk yang mana?

...

By the way, gue punya kabar gembira buat kalian! Pop Mie bakal bagi-bagiin HADIAH keren, buat kalian yang bisa share ekspresi gokil ketika pertama kali nyobain Pop Mie rasa baru! Kalian bisa share ekspresi tersebut dalam bentuk video atau foto! Cocok banget buat kalian yang pengin eksis. Kapan lagi bisa eksis dan dapetin hadiah? Gimana-gimana? Tertantang buat ikutan?

Pop Mie

Info lebih lengkap: klik ini.

...

Dan gue juga pengin tau komentar kalian yang udah nyobain Pop Mie rasa baru ini. Share komentar kalian ya di kolom komentar di bawah! Jangan lupa bereksperimen juga, siapa tau Pop Mie ngeluarin rasa terbaru dari hasil eksperimen kalian! Mungkin.... nanti ada Pop Mie rasa rendang balado?

Kalo Gue Jadi Indigo...

Nggak seperti biasanya, kali ini gue akan nulis sesuatu yang berbau horor. Ya, sebenarnya, hari ini aja udah termasuk horor bagi para jomblo. Termasuk gue. Iya, tenang, gue ngerti kok perasaan kalian. Dalam rangka blog tour buku Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati bersama Bukune, gue akan berandai-andai sedikit dengan menjawab pertanyaan: Gimana kalo gue jadi indigo?

Ngebayanginnya aja udah serem.

Ngomongin soal indigo, gue pernah mewawancarai salah satu penulis Bukune (Ayumi Chintiami) di segmen Interabsurd. Sama seperti kak Ayumi, kak Risa Saraswati juga termasuk salah satu orang yang diberikan kelebihan untuk berinteraksi dengan 'mereka'. Lalu, apa jadinya kalo gue diberikan kelebihan itu? Jadi indigo? Seumur-umur, kejadian paling horor yang pernah gue alami cuma ketindihan. Itu juga gue nggak bisa ngapa-ngapain selain ketakutan.

Sekarang, apa jadinya kalo gue bisa berinteraksi dengan 'mereka'? 

Gerbang Dialog Danur

Kalo gue jadi indigo... hal pertama yang gue lakukan adalah ngumpet di kamar. Gue pasti belum siap melihat 'mereka' secara langsung. Tapi, gue yakin, gue pasti nggak bisa tidur. Gue pasti diganggu. Jadi, hal kedua yang gue lakukan adalah keluar dari kamar. Siap nggak siap, harus dijalani.

Mungkin awalnya gue akan takut dan merasa terganggu kalo bisa melihat sosok-sosok yang selama ini cuma muncul di pikiran. Membayangkan bentuk tubuh atau wajah 'mereka' yang menakutkan bisa bikin gue nggak tidur semaleman. Apalagi kalo diajak ngobrol. Gue pasti keringet dingin. Saking banyaknya keringet yang bercucuran, gue bisa nyirem taneman di depan rumah dengan air keringet yang gue kumpulin ini. Lumayan kan, bisa bermanfaat juga bagi lingkungan.

Gue orangnya suka menyendiri. Gue kadang suka ngerasa kesepian walaupun lagi ada di keramaian. Jadi, mungkin ngobrol dengan 'mereka' akan terasa lebih menyenangkan ketimbang ngobrol dengan manusia yang sibuk dengan layar handphone-nya sendiri. Gue bisa mewawancarai 'mereka' dengan melemparkan pertanyaan-pertanyaan seperti:

"Suka keganggu nggak sih sama manusia-manusia di acara seperti Lain Dunia?"
"Gimana perasaannya bisa masuk TV walaupun cuma keliatan bayangannya doang?"
"Tau nggak gue siapa? Gue suka bikin video-video lucu gitu loh soal keseharian pelaj---"

'Mereka' nggak suka nonton video pasti. Jadi, ngasih liat video gue ke 'mereka' bukanlah ide yang bagus. Tapi kalo gue jadi indigo... gue tetep mau ngasih liat hasil karya gue ke 'mereka'. Minimal, ada yang ketawalah selain gue sendiri.

Kalo gue jadi indigo... ide tulisan gue pasti makin banyak. Karena kapanpun dan di manapun, 'mereka' semua ada di sekitar gue. Gue pasti jadi punya banyak pengalaman buat diceritakan kembali. Asik, kan? Siapa tau cerita gue itu bisa dijadiin buku juga. Gue beralih deh jadi penulis horor. Gue kaget. 'Mereka' kaget. Seluruh dunia pun kaget.

Gue belajar untuk mengambil hal-hal positif dari segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Yang negatif, dibuang aja. Kalo gue jadi indigo... gue akan menikmati apa yang gue miliki ini ketimbang menyesali apa yang udah terjadi. Toh, gue udah diberikan kemampuan ini. Walaupun kalo bisa memilih, gue nggak mau jadi indigo. Karena.... ya.... itu.... serem, bro. *lambaikan tangan ke kamera*

...

Dan bagi yang mau tau lebih dalam tentang pengalaman orang indigo, kalian bisa baca buku Gerbang Dialog Danur karya Risa Saraswati. Dari buku ini, kalian bisa 'berdialog' lebih lama dengan 'mereka'. Kalo gue sih, baca buku ini siang-siang. Kalo malem.... serem. Rasain deh sensasinya.

Oh iya, tanggal 2 April 2015 nanti, ada bedah buku Gerbang Dialog Danur bersama penulisnya langsung! Buat yang di Bandung, ayo merapat! Alamat lengkap dan waktunya, liat ini ya:

Bedah Buku Gerbang Dialog Danur

...

WAKTUNYA BAGI-BAGI BUKU!!!

Yup! Gue bakalan bagiin buku Gerbang Dialog Danur ini buat 3 orang pembaca blog gue. Cara ikutannya gampang banget. Kalian tinggal berandai-andai seperti gue: kalo jadi indigo, kalian akan ngapain? 3 orang dengan alasan paling menarik akan gue pilih sebagai pemenang!

Jangan lupa untuk:

1. Tulis jawaban kalian di kolom komentar di bawah. Panjangnya bebas. Semenarik mungkin.
2. Sertakan akun Twitter kalian. Setelah ngasih komentar, jangan lupa share postingan ini ke Twitter dengan hashtag #Danur. Nggak usah mention ke gue, yang penting ada link postingan ini.
3. Batas waktu menjawab sampe Rabu, 1 April 2015. Jadi, ada waktu yang cukup banyak.
4. Pemenang akan diumumkan lewat akun twitter gue keesokan harinya.
5. Selamat menunggu!

...

Selamat bermalam minggu. Jangan lupa minum air putih.

Review: #FilmLuntangLantung

Sekitar pukul 13:00 siang, dua menit sebelum sampe halte busway untuk beli karcis, gue dapet sebuah chat dari bang Roy yang isinya: "Acara ditunda dan mulai jam 4". Halte busway yang udah keliatan di depan mata nggak mungkin gue tinggalin. Setelah mencerna isi chat yang kurang lebih artinya, "Ada banyak waktu kosong di sana", gue pun memutuskan untuk langsung jalan aja. Waktu kosong sebanyak itu kalo di sekolah gue bisa dipake buat bolak-balik toilet-kelas hampir ratusan kali.

Gue diundang untuk menghadiri premiere #FilmLuntangLantung di Setiabudi One. Nonton bareng penulisnya, pemain filmnya, produser, juga para wartawan. Tentunya, gue nggak akan melewatkan kesempatan ini. Sesampainya di sana, gue ketemu bang Roy yang ternyata juga telat dikabarin bahwa acara ditunda, dan kami sepakat buat nunggu selama dua jam ke depan. Sambil nunggu, lama kelamaan, satu per satu pemainnya pun mulai berdatangan. 

Pertama, ada Muhadkly Acho. Lalu saat film akan segera dimulai, dateng lagi Dhea Seto. Sayang, cuma mereka pemain yang ikut nonton bareng. Pemain lainnya cuma ikut press-conference, dan ada juga yang nggak dateng. Cita-cita mulia buat foto bareng abang gue, Dimas Anggara, pun sirna. Gue kira dia bakal ikutan nonton bareng, taunya pas gue pulang, eh dia dateng buat press-conference. PFFFFTTTTTT.

Luntang Lantung

Luntang Lantung adalah sebuah film komedi yang diangkat dari novel karya Roy Saputra. Bercerita tentang Ari Budiman (Dimas Anggara) yang harus luntang-lantung nyari kerjaan setelah lulus kuliah. Ditemani dua orang sahabatnya, Togar (Lolox) dan Suketi (Muhadkly Acho). Awalnya, Ari dan Suketi melamar kerja di tempat yang sama. Sayang, cuma Suketi yang diterima. Sementara si Togar malah memilih untuk membuka usaha bengkel sendiri setelah mendapat modal dari ibunya yang datang jauh-jauh dari Medan.

Di saat Ari frustasi karena kedua sahabatnya udah punya kerjaan, hadirlah Tiur (Dhea Seto), adik kandung dari Togar. Mereka saling jatuh cinta pada pandangan pertama, lalu (mungkin karena jatuh cinta) Ari berjanji pada Tiur untuk mencari kerjaan secepatnya. Paman Togar (Joe Project P), yang nuduh Ari adalah anak yang kesamber geledek di Danau Toba baru tau, bahwa si Ari ternyata masih pengangguran. Hubungan mereka nggak disetujui, karena paman Togar berniat menjodohkan Tiur dengan keponakannya, Ronald (Ge Pamungkas). 

Nasib, setelah luntang-lantung ke sana-sini, Ari harus menelan ludah sendiri dan menerima kerjaan sebagai sales Oli Greng. "Oli Greng-nya, Kakak!" Scene-scene kocak yang menggambarkan Ari nawarin oli di mana-mana bikin gue ngakak. Apalagi pas nawarin oli dengan teknik MLM. Jaminannya kapal pesiar, cuy! 

Ari tiba-tiba mendapatkan panggilan kerja sebagai Manager IT di PT. INDOBAHARI. Sebuah kesalahan dari pihak HRD yang seharusnya menghubungi Ari Budiman yang lain. Emang ya, dasar namanya pasaran. Tapi ternyata, pekerjaan ini mengubah hidupnya. Ari menerima tawaran kerja ini dengan cara menipu bos, sahabatnya, juga Tiur. Dengan gaji yang cukup buat beliin gue laptop baru, Ari terlena dalam kesenangan duniawi. 

Emosi penonton diaduk-aduk, apalagi saat Ari "selingkuh" dengan Bella (Kimberly Ryder), teman sekantor yang baru ditemuinya. Persahabatannya rusak, kepercayaan yang diberi sama Tiur disia-siakan. Tiur, yang nggak sengaja ngeliat Ari dan Bella malam mingguan memilih untuk pulang ke Medan dan bekerja dengan Ronald. 

Setelah Ari menyadari kesalahannya, ia pun meminta maaf kepada dua sahabatnya dan Tiur. Lalu, apakah Togar dan Suketi mau memaafkan Ari? Dan, apakah Tiur akan kembali ke pelukan Ari setelah kepercayaannya disia-siakan? Temukan jawabannya di bioskop kesayangan kalian mulai tanggal 8 Mei 2014! Ajak temen-temen, keluarga, sodara, tetangga, pacar (kalo punya), semuanya, pokoknya yang rame deh. Buat yang penasaran, nonton dulu nih trailernya:


Ada sedikit perbedaan dari novel dan filmnya, yaitu tokoh yang dihilangkan (Mulyono, padahal gue pengin banget ngeliat aksinya) dan diganti dengan tokoh yang baru. Tapi, berkat tokoh baru, cerita jadi semakin berkembang dan menarik. Plus, lagu ciptaan Ari (Strawberry Jus) yang harusnya dinyanyiin di depan Bella, juga nggak ada. Selain bagus di sisi cerita, yang gue suka lagi dari #FilmLuntangLantung adalah keindahan daerah-daerah di Medan yang ternyata ikut disorot. Rasanya, gue jadi pengin berenang di Danau Toba buat ikutan buang sial.

Dari film ini, gue nggak hanya belajar tentang arti persahabatan dan cinta (cielah, masih sekolah juga lu!), tapi juga tentang arti kejujuran. Ya, kejujuran mungkin menyakitkan, tapi kebohongan itu bisa menghancurkan segalanya. Intinya, seperti kata film ini sendiri: Jangan kacaukan hidupmu karena satu keputusan yang salah.

So guys, jangan lupa untuk nonton #FilmLuntangLantung, ya!

Yang Penting Nggak Penting? Nyunyu.com Jawabannya

Tulisan yang cerdas adalah tulisan yang membuat pembacanya mikir. Kayak misalnya, apa situs anak muda terkini yang seru banget? Iya, bener. Nggak usah mikir juga kalian udah tahu jawabannya: kevinanggara.com... eh maksud gue nyunyu.com. Bentar lagi udah mau tahun baru 2014, dan kalian belum tau apa itu nyunyu.com? Let me explain to you. 

Nyunyu

Nyunyu.com adalah sebuah situs kreatif, yang dibuat oleh anak muda, dan ditujukan untuk anak muda juga. Kira-kira, begitu info yang gue dapet dari sini. Gue masih inget persis, dulu, tagline nyunyu.com masih "Yang Muda Yang Berjaya". Coba search keyword itu di google, dan kalian bakal mendapatkan nyunyu.com nangkring di page pertama. 

Seiring naiknya harga cabe-cabean (bukan konotasi) dan meningkatnya kebutuhan manusia akan WiFi gratis, situs yang dibuat pada tanggal 3 Februari 2012 ini pun mengubah taglinenya menjadi "Yang Penting Nggak Penting". Kenapa begitu? Karena bagi nyunyu.com, semua yang penting bakalan dikemas secara nggak penting. Dan semua yang nggak penting bakalan dikemas secara penting. Karena itu, yang penting nggak penting!

Gue sendiri udah tau situs nyunyu.com dari 2012. Awalnya sih cuman seneng baca-baca aja dan iseng buat akun biar bisa main di #MasihSingle. Tapi karena (lagi-lagi) lupa password, belum lama ini gue baru buat akun lagi. Ini nih akun Nyunyu gue: 


Nyunyu

Di nyunyu.com, gue sering mantengin rubrik MAIN ARTICLE. Isinya adalah artikel-artikel seru nan menghibur tentang fenomena sehari-hari yang bisa bikin kita mikir, "Anjir, bener juga! Kok gue nggak kepikiran, ya!". Artikelnya menarik, karena dikemas secara ringan dan santai. Bahasa yang dipake juga bahasa anak muda bingit

Nyunyu

Nah, menu MAIN ARTICLE ini bisa kita klik, dan nantinya bakalan muncul rubrik-rubrik yang berkaitan. Article, ibaratnya timeline twitter yang isinya artikel-artikel dari #nyunyuTEAM. Rekomendasi, sesuai dengan namanya, artikel-artikel pilihan rekomendasi yang hacep bakalan ada di sini. Pemadam Kelaparan, nah ini yang nggak boleh dilewatin. Selain bisa bikin laper, review beberapa tempat makan juga disajikan dengan informatif dan pastinya bikin makanannya berasa langsung ada di depan kita. Saran gue, siapin banyak tissue karena kalian bakalan ngiler. Events, berisi tentang event-event terkini yang up to date. Buat yang ngaku gaul banget, harus selalu mantengin rubrik satu ini, nih. Dan yang terakhir, Nyubrol. Nyunyu bakal ngundang tamu-tamu keren buat diwawancarain atau sekedar diajak ngobrol santai. Gue termasuk salah satu yang pernah masuk rubrik ini. Artikelnya bisa dibaca di sini

Yang penting nggak penting!

Masih seputar menu di nyunyu.com, selanjutnya ada rubrik Kosanyu (Komik Sarang Nyunyu). Berisi tentang komik-komik kocak, yang setau gue, dulu bakalan rilis setiap pukul delapan malam. Komik-komiknya mewakili isi hati pembaca, karena diambil dari hal-hal yang terjadi sehari-hari. Ayo, update lagi dong rubrik ini, Nyu!


Nyunyu

Ini dia, rubrik bagi para jomblo yang maunya dipanggil single: #MasihSingle. Di rubrik ini, para member nyunyu.com bisa nyari pacar loh. Yang lebih kerennya lagi, ada fitur yang bisa mengatur pencarian sesuai dengan keinginan kita. Iya, kita bisa ngatur pencarian berdasarkan gender, umur, hobby, kota, sampai nama. Tapi saran gue, jangan ngatur pencarian sampai kayak gini: 

Gender: Female. Umur: <= 19. Hobby: Bermain Musik. Kota: DKI Jakarta. Nama: Handoko. 

Nggak bakalan nemu! 

Buat yang suka curhat dan bingung mau nampung curhatannya di mana, tenang... Di nyunyu.com, ada rubrik #PojokGalau yang siap menjawab setiap keresahan dari kalian. Rubrik ini dibagi dua lagi, ada Solushit dan TTM (Tanya-Tante-Mer). Kalo di Solushit — yang curhatannya bakal dijawab oleh Alitt  biasanya konsultasi seputar cinta-cintaan doang. Nah, kalo di TTM, lebih ke curhat yang personal dan berbau dewasa. Biasanya, remaja yang penasaran dengan hal-hal yang dilakukan oleh orang dewasa bakalan konsultasi di sini. 

Karena nyunyu.com itu kreatif, tentunya nggak cuman artikel berisi tulisan-tulisan aja yang ada. Di #NyunyuTUBE, ada dokumentasi berupa foto dan video yang dibuat oleh #nyunyuTEAM. Yang paling gue suka, mungkin interactive video "Modar Kombat!" dan "Berbagai Macam Ekspresi Jangan".

Yang terakhir, mungkin termasuk salah satu event juga, namanya FESTREEVAL. Itu tuh, lomba poster dan foto dengan tema "My Tree My Life". Salah satu ajang lomba yang mengajak kita untuk peduli dengan lingkungan. 

Yang penting nggak penting!

Kalo buka situs nyunyu.com, coba deh kalian perhatiin lebih detail. Di bawah slider, ada menu lagi seperti gambar di atas ini. Menunya bisa kalian geser ke kiri dan ke kanan, sesuai kebutuhan. Isinya adalah kategori-kategori dari MAIN ARTICLE tadi. 


Nyunyu

Buat yang udah kenal Nyunyu dari lama, pasti tau siapa tokoh pada gambar di atas. Yap, pasangan absurd si Burhan dan Anyep. Sekarang udah jadian belum, ya?


Nyunyu

Di Nyunyu, tiap minggunya ada rubrik Weekly Coys! dan Weekly Playlists loh. Ketinggalan artikel-artikel seru? Jangan takut, semua artikel pilihan yang menarik bakal dirangkum di Weekly Coys! Nah, di Weekly Playlists, ada playlist-playlist pilihan tiap minggu yang punya tema berbeda. Misalkan playlist dengan tema penyalur kebencian, lagu yang bisa bikin ketiduran, lagu yang bisa jadi moodboster (kata Oka, sih, mdbstr) sampai lagu biar kamu berani ungkapin cinta



Nyunyu

Buat yang suka bengong sambil natap Baygon, sekarang kalian udah punya temen nih. Daripada natap Baygon, mending main ke rubrik Temen Bengong di Nyunyu. Di sana, ada video-video yang bisa nemenin kalian bengong sambil lupa kalo di depan kalian ada Baygon. Gue suka Temen Bengong edisi video timelapse. Kebetulan, kemarin gue baru belajar bikin timelapse
NYUNYU

Buat yang mau daftar jadi member di nyunyu.com, gampang loh caranya. Tinggal ngisi fullname, username yang kalian pengen, dan password di kolom "Daftar Akun Baru". Cara lain, bisa juga daftar dengan akun facebook kalian. Tinggal klik "Sign Up for Nyunyu Sosmed" aja. Kalo udah, tinggal login, deh. 


Nyunyu

Mengenai tampilan Nyunyu di desktop version, udah sedikit gue kasih liat gambarnya di pembuka tulisan ini. Tampilannya yang sekarang terkesan flat dan minimalis. Untuk mobile version (gue biasa buka dari iPhone), tampilannya juga nggak kalah elegan. Plus responsif pula. Saran gue ke depannya nanti, Nyunyu bikin apps buat para pemakai gadget, mau itu buat Android ataupun iOS. Tujuannya: biar para pengguna gadget nggak melulu sibuk chatting atau sekedar scrolling timeline twitter di kala jenuh, tapi malah buka apps Nyunyu! 


"Eh, lo ngapain? Seru banget, lagi stalking timeline siapa sih?"

"Nggak, ini gue lagi buka apps Nyunyu. Download dong, artikel-artikelnya seru loh!" 

***

Gue curiga, nama Nyunyu berasal dari kata unyu yang diunyu-unyukan. Unyu, kan? Jadinya Nyunyu, deh. Selama gabung di situs berlogo burung hantu unyu ini, gue jadi punya banyak bacaan yang menghibur dan temen-temen baru. Dari Nyunyu, gue kenal penulis-penulis keren kayak Oka, Fallen, Alitt, Todjon, Enad, dan masih banyak lagi. 

Dari tulisan-tulisan mereka di Nyunyu, gue belajar banyak. Bahwa dari hal di sekitar kita aja, apapun itu, bisa dijadikan sebuah tulisan yang menarik. Dari kegelisahan dan keheranan kita terhadap suatu hal, bisa dijadikan tulisan dengan sudut pandang diri kita sendiri. Karena, mengutip dari Raditya Dika, menulis adalah menjawab kegelisahan. Kita menulis untuk menjawab kegelisahan pembaca. Kalo kita banyak kegelisahan, berarti kita juga banyak penderitaan. Tapi, nggak apa-apa. Banyak penderitaan, banyak juga karya yang dihasilkan. Ini yang namanya menderita tapi bermanfaat

Ke depannya, semoga Nyunyu makin kreatif, seru dan berjaya. Membernya makin banyak juga pastinya. Mari, kemas sesuatu yang penting jadi nggak penting, dan yang nggak penting jadi penting. Karena bagi nyunyu.com... Yang Penting Nggak Penting!

Nyunyu

Ikut seru-seruan juga yuk bareng Nyunyu! Nyunyu lagi ngadain testimony contest buat para blogger di Indonesia. Caranya? Gampang. Tinggal tuliskan testimoni tentang website nyunyu.com di blog pribadi kalian. Selengkapnya, kalian bisa baca ini. Eh iya, yang nggak kalah keren, kalian bisa ngirim artikel loh ke Nyunyu. Siapa tau nanti kepilih buat dipajang dan tentunya makin eksis, deh. Tulisannya maksud gue. How to Send Article.

NYUNYU, Yang Penting Nggak Penting!

Review: Lontang-Lantung - Roy Saputra

Gue punya banyak temen-temen sekolah yang udah kerja di luar sana. Mereka biasa kerja sehabis pulang sekolah, atau sebelum masuk sekolah (anak SMK, masuknya siang). Kerjaannya pun macem-macem, dari bantuin jaga toko/stand di mall, buka usaha/online shop sendiri, jadi SPG rokok kalo mereka punya badan yang bagus, sampai kerja rodi bangun jalan Anyer-Panarukan di bawah pimpinan Herman Willem Daendels. Semuanya kerja dengan motivasi uang dan alasan cari pengalaman. Ada juga yang karena ingin cari uang jajan tambahan atau membantu meringankan beban orang tua. 

Gue sendiri masih agak asing dengan dunia kerja. Jangankan di-interview kerja, buat CV lamaran kerja aja belum pernah. Eh, pernah sih. Itu juga disuruh buatin untuk kakak gue. Gue memang adik yang sangat baik hati. Maksud gue, gue belum pernah buat CV lamaran kerja untuk diri sendiri. Mungkin, ke depannya gue akan melakukannya. 

Hal yang gue tau dari temen-temen gue yang pernah kerja part-time, mereka selalu menyiapkan CV lamaran kerja, kemudian lontang-lantung mencari suatu perusahaan yang membuka lowongan, mendatangi kantor perusahaan tersebut, lalu langkah berikutnya menunggu interview kerja. Dan kalo diterima, ya mereka kerja. PRJ (Pekan Raya Jakarta) adalah salah satu momen di mana temen-temen gue melihatnya sebagai "lapangan pekerjaan". Padahal yang gue lihat, PRJ adalah momen di mana masyarakat Jakarta merayakan hari ulang tahun Jakarta dengan bentuk pameran di suatu tempat. 

Eh, ini kan gue pengin review buku, ya? Kok malah muter-muter ngomongin soal kerjaan? Kebetulan, buku yang bakalan gue review kali ini adalah buku komedi seputar dunia pekerjaan. Buku ini berjudul Lontang-Lantung, dengan Roy Saputra penulisnya. Buku ke-10 Roy Saputra ini merupakan kemasan ulang dari novel fiksi komedi yang pernah di rilis awal 2011, dengan judul yang sama. 

Lontang-LantungPenulis: Roy Saputra
Judul: Lontang-Lantung
Genre: Novel Komedi
Tebal: 252 hal
Penerbit: Bukune

Deskripsi

"Ri, namaku tak ada di sini," kata Togar menggaruk-garuk kepalanya. Nama Togar jelas nggak ada. Dia kan nggak pernah masukin lamaran.

Gue mendekat ke arah Togar dan sedikit berbisik, "Coba lo liat, di situ ada yang nama Batak tapi masih kosong, nggak? Lo tanda tangan di situ aja. Ngaku-ngaku jadi dia."
"Kenapa pula mesti nama Batak?"
"Gini, ya, Gar. Badan gede, muka kotak, dan logat Batak gitu, masa iya nama lo Paijo?"
"Ah, pintar juga kau. Tak percuma Mamak kau sekolah kan kau tinggi-tinggi!" Togar semangat mencari nama Batak yang kosong, "Eh, Ri. Ketemu, nih!"
"Siapa?"
"Rani Pangabean!"
"Yang cowok, Gar. Yang cowok." Gue menunduk malas.
"Ah, iya. Benar juga kau!"
Togar menelusuri lagi daftar dan berhasil menemukan nama yang sepertinya pantas untuknya. Yohan Sitompul.
"Silakan tanda tangan di sini, Pak Yohan." Mbak penjaga menunjuk kolom yang kosong.
"Ah, iya. Yohan, Yohan. Memang aku itu Yohan. Yohan Sitompul. Terima kasih banyak, Mbak. Salam hangat dari saya; Yohan Sitompul." Togar yang grogi, mengulang-ngulang nama Yohan, membuatnya terlihat sangat kikuk dan aneh.
---
Cari kerja zaman sekarang emang nggak gampang, banyak orang rela melakukan apa sana. Itu juga yang dialami Ari Budiman, seorang sarjana pengangguran yang tak henti berjuang mencari pekerjaan demi sesuap nasi, tempe, ayam, dan tahu. Berhasilkah dia?
*… tolong ya, dibantu ya. bim salabim, kerja apa? prok prok prok.*

***

Tulisannya pertama dari Roy Saputra yang gue baca adalah "Se(d)jarah", di buku Setahun Berkisah. Alur ceritanya menarik dan sekaligus membuat gue belajar sejarah tempat-tempat di kota Jakarta. Menurut gue, endingnya kampret abis. Nggak ketebak. Untung aja itu fiksi, kalo beneran, pasti bakalan nyesek. Sejak saat itu, gue jadi suka baca tulisan-tulisan dari Roy Saputra. Tulisannya keren, bahkan lebih keren dari orangnya sendiri. Oke, bang Roy, gue harap elu mengerti apa yang harus dilakukan setelah gue puji barusan. Gue tunggu ya, transferannya! Hahaha.

Lontang-lantung adalah sebuah novel komedi yang bercerita tentang Ari Budiman, si mahasiswa lulusan kuliah S1 jurusan ekonomi yang sedang lontang-lantung mencari pekerjaan. Ari Budiman nggak sendiri, dia temani dua orang sahabatnya; Togar dan Suketi. Togar adalah seorang Batak berambut kribo yang ngaku-ngaku cucu seorang penulis lagu nasional, C. Simanjuntak. Sedangkan Suketi, adalah seorang cowok keturunan Timur Tengah (bapaknya Jawa Timur, ibunya Jawa Tengah) yang berlogat jawa medok. 

Ari Budiman mengikuti wawancara kerja di berbagai perusahaan, sampai tes fisik lari keliling lapangan sebanyak 30 putaran, dan malah berakhir di perusahaan Glory Oil. Sebut saja Toko Oli Jaya. Oli Grengnya kakaaaaak!!

Sampai pada suatu peristiwa yang membuat Ari Budiman harus menjadi IT Division Head di Indobahari, hanya karena namanya yang pasaran itu. Ari Budiman pun bersaing dengan Bento, rekan satu perusahaan yang sinis kepadanya, untuk merebutkan posisi tersebut. Buku ini juga menyelipkan unsur percintaan, antara Ari Budiman dengan Bella, juga Suketi dengan Lena. Yang pada akhirnya, ternyata Lena... penasaran? Makanya, nanti beli dan baca sendiri aja. 

Lontang-lantung juga punya theme song, loh. Dengerin deh lagunya di bawah ini: 



Menurut gue, Lontang-lantung ini wajib dibaca buat kalian semua yang masih pada lontang-lantung nyari pekerjaan. Lewat buku ini, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Salah duanya, terwakili dengan quote: 1) Kalau sukses nggak boleh sombong, gagal apalagi. 2) Selain berkumur dan bercukur, kita juga harus bersyukur setiap hari.

Di buku ini, ada juga teori Roy Saputra yang membuat gue bilang "Wah, kok gue nggak kepikiran ya...". Adalah teori tentang restoran mahal dengan lampu remang-remang, dindingnya yang agak gelap, dan banyak patung-patung. Menurut teori tersebut, tentang kenapa banyak patung-patung di restoran mahal: "Mungkin patung-patung itu tadinya adalah manusia yang sedang makan di restoran ini. Karena gagal bayar, mereka disemen dan dijadikan hiasan dekat WC. Nista sekali." Mungkin teori ini ada benernya.

Overall, komedi di buku ini pas dan nggak berlebihan. Komedinya padat, dan nggak dipaksakan. Lucunya dapet, pelajarannya juga dapet. Dalam buku ini, banyak juga loh pesan-pesan positifnya. Tentang perjuangan mencari kerja, persahabatan yang kuat, dan yang paling penting kejujuran. Pokoknya, buku ini menarik. Gue jadi nggak sabar nunggu filmnya beredar di bioskop. Iya, Lontang-lantung bakal di-film-in, bro! 


Luck is made by God. Others are made in China. - Lontang-lantung

Oli Grengnya, kakaaaaaaaaaak!

Review: Satu Per Tiga - Ryandi Rachman


Selama bertahun-tahun gue sekolah, gue mengenal dan mempunyai banyak teman-teman. Ada yang gue kenal dari pas perkenalan diri di depan kelas, ada yang gue kenal dari keunikannya saat ngupil, ada yang gue kenal dari mukanya yang mirip temen SD gue, ada yang gue kenal karena dikenalin temennya temen gue yang ternyata temen gue sendiri. Macem-macem, deh. 

Menurut gue, teman itu ada di saat kita menang doang, tapi saat kita kalah, cuma sahabat yang ada di sebelah kita. Teman dan sahabat itu beda, sob. Pertemanan itu kayak berkendara, harus jaga jarak biar aman. Tapi kalo persahabatan, harus baca buku Satu Per Tiga-nya @kundilisme dulu, deh. 

Satu Per Tiga ini adalah buku kedua si Kundil. Buku pertamanya berjudul Boys Will be Boys. Sebagai anak gaul, gue udah punya buku keduanya. Buku pertamanya belum. Gue beli buku Satu Per Tiga si Kundil di salah satu Gramedia di Jakarta Barat. Awalnya, gue pengin pre-order bukunya karena diiming-imingi oleh tanda tangan penulis. Tapi nggak jadi, karena satu paket dengan cap bibirnya. Gue takut kalo saat gue tidur, tiba-tiba cap bibir di bukunya hidup, lalu mencium gue. Beneran, gue takut. Makanya, gue beli langsung aja di Gramedia. 

Penulis: Ryandi Rachman
Judul: Satu Per Tiga
Genre: Novel Komedi
Tebal: 258 hal
Penerbit: Bukune
Deskripsi:

Satu untuk bertiga dan bertiga untuk satu.

Itu slogan persahabatan Sambas, Baim, dan Kundil—tiga bocah yang lebih lengket daripada upil. Bersama, mereka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dan menceburkan diri ke dalam masalah. Mulai dari nongkrong sambil gitar-gitaran, godain cewek-cewek sekolah, keluar-masuk ruang BP, sampai berurusan dengan polisi lalu lintas karena jail.

Setelah tiga tahun masa SMA, persahabatan itu memasuki babak baru. Kini, mereka dituntut untuk mandiri dan bertanggung jawab. Gimana caranya Sambas yang—ngakunya—playboy dan kegantengan, Baim yang bodohnya polosnya keterlaluan, dan Kundil yang selalu mencari perkara ini saling mendukung dalam berbagai kesulitan?


Yang pasti—dalam suka dan susah yang dihadapi bersama—mereka makin merasakan indahnya persahabatan.
***

Satu Per Tiga adalah novel fiksi komedi, yang menceritakan persahabatan antara Kundil, Sambas, dan Baim. Mereka bertiga bersahabat sejak SMA, lalu setelah 3 tahun di SMA, persahabatan mereka pun mulai memasuki babak baru.

Diceritakan, Sambas adalah seorang — playboy  yang agak lumayan di antara mereka bertiga. Dan yang paling menjadi ciri khas Sambas adalah: cadel. Kundil, si kribo brekele yang terjebak diantara kebodohan dua orang sahabatnya. Kundil lah yang paling bisa menenangkan Sambas dan Baim saat berselisih paham. Baim, adalah anak yang paling polos di antara mereka bertiga. Saking polosnya, gue dibuat ngakak saat Baim kebingungan saat sedang tarik tiga. Lampu merah belok kiri... Lampu merah belok kiri... Lampu merah belok kiri... Alhasil, mereka bertiga pun ditilang polisi. Tapi, bukan mereka namanya kalo nggak bisa menghadapi ini semua. Harusnya rugi, mereka malah untung. 

Ada lagi bab tentang liburan mereka ke Karimunjawa. Adegan badai saat mereka akan menyebrang ke pulau Karimunjawa, sampai adegan Kundil dan Sambas yang menyeburkan Baim ke kolam berisi ikan hiu, semuanya absurd dan kocak.

Di dunia ini, tidak ada sepatah kata pun yang mampu melukiskan indahnya alam dan indahnya persahabatan - Life is Wonderful.  

Cerita di Satu Per Tiga ditutup oleh Sambas yang meraih medali perak saat mengikuti PON XVIII yang digelar di Pekanbaru, Riau. Hangatnya persahabatan mereka terlihat sangat jelas. Dari buku ini, gue tau bahwa: Teman itu, harus bicara dulu baru lo tau dia mau bicara apa. Kalo sahabat, cukup tatap matanya, lo udah tau dia mau bicara apa. Dan ini adalah quote yang paling gue suka:

Untuk apa kita hidup? Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan itu. - Satu Per Tiga.

Indahnya persahabatan mereka ditulis dengan manis di buku Satu Per Tiga ini. Sedih, senang, kecewa, semangat, persahabatan, semuanya ada di buku Satu Per Tiga. Jadi, buku ini sangat gue sarankan bagi kalian yang ingin mengetahui apa makna persahabatan yang sebenarnya. Salam tutuy!

Review: Kancut Keblenger Digital Love


Sekitar sebulan lalu, gue baru gabung dengan komunitas blogger yang keren ini: Kancut Keblenger. Yap, barengan dengan gabungnya gue ke forum blogger: Jamban Blogger. Gue seneng gabung sama komunitas blogger kayak gini. Karena dari sini, gue bisa saling sharing pengalaman-pengalaman absurd, saling berbagi sama blogger lain, nambah banyak temen blogger, dan so pasti modusin salah satu anggotanya. Kali aja ada yang bisa digebet. 

Dan baru-baru ini, Kancut Keblenger akhirnya menerbitkan buku perdana yang berjudul: Kancut Keblenger Digital Love. Covernya bisa kalian liat kayak yang diatas itu, tuh. Keren, kan? Keren dong.

Buku ini berisi kisah cinta yang diketik oleh 8 penulis yang telah lama bergabung dengan Kancut Keblenger. Yah, gue baru sebulan, sih. Buku kedua Kancut Keblenger, ajak gue, ya! 8 Penulis itu adalah: Irvina Lioni (@irvinalioni), Anggi Tristiyono (@uncle_yono), Ahmad Firdaus (@Daus_Idola), Diana Puspita (@DianaaPN), Rizky Noorrahmi (@rizkyririz), Kinanti Kawuryan (@kinankawuryan), Mutia Han (@mutialhanan), dan Alitt Susanto (@shitlicious). Beli bukunya, baca isinya, gebet penulisnya.

Sesuai judulnya, Digital Love, tulisan-tulisan yang ada di buku ini berisi kisah cinta para penulisnya di dunia maya. 

Ada yang kena "modus avatar cakep", bahaya laten twit-twit gombal, komen-komen romantis di blog, sampai cinta yang bersemi di komunitas KK sendiri. Semuanya dituturkan dengan kocak ala para Kawancut. - sinopsis di belakang buku.

Pastinya, gue udah punya dong buku keren yang satu ini. Nih, kalo nggak percaya:


Rubik gue pengen ikutan baca.

Gue menghabiskan malam minggu pedih gue dengan membaca buku ini. Romantis, ada. Komedi, ada. Absurd, ada juga. Pokoknya buku ini lengkap dengan kisah cinta dunia maya-nya. Ada juga satu tulisan tentang Tips Online Love dari Alitt, untuk kalian yang ingin atau sedang menjalin "pacaran online". Penasaran? Makanya, buruan beli.

Oh iya, buku ini diterbitkan oleh Bukune. Penerbit yang bakal melahirkan buku pertama gue juga nantinya. Hehehe. Semoga bisa sukses juga bareng buku #DigitalLoveKK ini. Amin.

Dengan membeli buku ini, kalian telah ikut mengapresiasi karya para penulis dari Kancut Keblenger, juga beramal untuk kegiatan sosial di Yayasan Pita Kuning (@YPKAI_C3). Jadi, kapan lagi ya beli buku sambil beramal?

Lanjut, ngomong-ngomong soal isi buku, gue paling suka dengan cerita berjudul "Warnet Cinta" yang diketik oleh Mutia Han. Bukan... bukan karena pengetiknya cakep, tapi lebih karena ceritanya yang menurut gue bagus dan berkesan. Endingnya: keren abis. Iya, endingnya bikin gue nggak nyangka kalo selama ini.... penasaran, ya? Makanya, buruan beli. 

Di dalam buku ini, nggak ketinggalan, ada ilustrasi-ilustrasi lucu dan keren yang bakal mendukung tiap-tiap cerita. Jadi, isinya nggak cuman tulisan doang. Yap, pasti udah pada penasaran banget, kan? Makanya, buruan beli.

Segitu dulu mungkin "sedikit" review buku Kancut Keblenger Digital Love ini dari gue. Gue nggak mau review dan ngetik banyak-banyak, karena gue pengen kalian sendiri yang menilai dan membaca buku ini. Ke depannya, gue bakal bikin postingan review buku kayak gini lagi. Kapan, tuh? Tunggu aja. Sekian!