Last Chapter

Tahun 2014 udah berjalan selama sebelas bulan. Tinggal satu bulan lagi, bulan terakhir, bulan penutup untuk menuju tahun baru yang mungkin akan lebih baik dari tahun ini. Banyak yang udah terjadi sebelas bulan ke belakang. Dan sebagian besar resolusi gue di penutup postingan ini berjalan dengan lancar dan udah hampir tercapai semua. Ya, satu bulan lagi, naskah buku kedua udah harus selesai gue ketik. Biar gue bisa menutup tahun ini dengan istimewa, seperti martabak.

Tahun ini, kita sempat dihebohkan oleh game fenomenal: Flappy Bird. Mungkin 20 tahun lagi, akan muncul meme, "Jika kaian pernah memainkan game ini, masa muda kalian sangat greget." Entahlah, burung yang udah membuat ribuan orang membanting handphone-nya ini menjadi salah satu hal yang akan gue tulis di dalam "buku" gue yang berjudul 2014.

Tahun ini, Indonesia berulang tahun yang ke-69. Angka yang sedikit ambigu bagi mereka yang suka ngabisin tissue. Tapi bagi orang-orang Cina, angka itu malah jadi simbol Yin & Yang. Dan bagi gue, angka itu sedikit lagi nyampe KKM. 

Tahun ini, gue ngadain meet up di Monas. Agak kaget karena yang dateng banyak banget. Padahal gue lagi nggak bagi-bagiin nasi bungkus kayak pendukung capres yang itu. Iya, itu. *kemudian diculik*

Tahun ini, blog gue nembus 1 juta pageviews. Salah satu kebanggaan tersendiri buat gue, dari yang awalnya nge-blog tetap sepi, sekarang udah mulai rame. Yang baca udah bukan gue sendiri lagi sama temen-temen yang gue paksa buat baca, tapi udah ada yang lain. Yang nyasar karena nggak sengaja kepencet link, yang iseng nyari tutorial "cara membuat rasengan" (entah apa motivasinya), yang nggak tau mau ngapain dan saking bingungnya, dia baca blog ini. 

Tahun ini, Maudy Ayunda foto sama buku gue:

Maudy Ayunda
Sama penulisnya nyusul.

Tahun ini, Naruto tamat. Komik yang gue ikutin dari awal masuk SD sampe sekarang udah mau lulus SMA. Dan gue masih inget, pas kelas 4 SD, komik Naruto gue disita sama guru gara-gara dibaca sama temen pas jam pelajaran. 15 years of amazing work. Well done, Kishimoto-sensei!

Tahun ini, Jokowi jadi presiden, BBM naik dua ribu, Ahok jadi gubernur Jakarta. YAAASSS.

Satu hal lagi yang nggak boleh gue lewatkan: kesibukan. Yap, gue nggak pernah nyangka bisa "sukses" di bidang selain menulis kayak gini. Sedikit mengubah hidup gue dari yang awalnya pergi ke mal dikira gembel. Sekarang kalo pergi ke mal, udah ada yang mulai ngenalin.... sebagai gembel. Maksudnya, sebagai pembuat video Dora the Ngeselin dan video-video lainnya. Video ledakan rubik yang bikin rubik gue jadi rusak. Video alasan izin ke WC yang dibuat spontan karena kebanyakan baca Naruto. Dan video-video lainnya yang dibuat karena... kurang kerjaan.

Yang lebih dikenal sebagai viners, padahal bikin videonya di Instagram. Yang lebih dikenal dari Instagram, padahal udah nulis satu buku. Yang lebih dikenal sebagai penulis buku, padahal udah nge-blog duluan. Yang lebih dikenal sebagai blogger, padahal udah bikin akun twitter. Yah, sudahlah.

...

Satu bulan lagi. Apa aja resolusi kalian yang udah tercapai dan belum tercapai? We have one month to finish the book of 2014. Let's make the last chapter a perfect one. Are you ready, guys?!

1,000,000

Bukan, ini bukan postingan blog gue yang ke-1,000,000. Ini adalah postingan ucapan terima kasih gue kepada para pembaca, karena blog ini udah nembus 1,000,000 pageviews. Lumayan kaget, seneng, puas, semua bercampur jadi satu. Kaget karena ini jauh dari ekspektasi gue, seneng karena gue bisa tetep nge-blog sampe sekarang, puas karena usaha gue membuahkan hasil. 

Mari kita flashback ke belakang sedikit... Saat pageviews per hari masih bisa dihitung dengan jari. Saat nge-blog belum konsisten. Saat udah hampir putus asa karena postingan nggak ada yang baca. Saat blog gue bukan apa-apa. Gue inget masa-masa itu. Saat gue selalu promosi dengan naro link di sana-sini. Entah ada postingan baru atau nggak. Nggak peduli waktu dan tempat. Yang penting promosi. Sampe akhirnya gue sempet berhenti, dan memutuskan untuk nge-blog kembali.

Gue menepis pikiran blog akan rame karena promosi, lalu mengubah tujuan nge-blog menjadi berbagi. Nggak peduli lagi ada yang baca atau nggak. Yang penting gue bisa berbagi, lewat tulisan yang dibuat dengan sepenuh hati. Gue mencoba blogwalking sana-sini, menambah relasi dan inspirasi. Gue mencoba konsisten, update blog minimal seminggu sekali.

Awalnya gue kira gue nggak akan sanggup. Tapi setelah dijalani, itu berjalan sampe sekarang. Hambatan waktu dan kesibukan menusuk gue dari dua sisi. Gue masih bisa menghindari. Bukan karena jago bela diri, tapi karena semangat berbagi. Prestasi pun datang seiring gue konsisten. Menang lomba nulis, dilirik penerbit sampe akhirnya bikin buku, blog juga semakin berkembang.

Gue seneng. Ada kepuasan tersendiri kalo sesuatu yang gue lakukan bermanfaat bagi orang lain. Gue nggak akan tau manfaat apa yang bisa orang lain ambil dari blog gue. Yang menurut gue biasa aja, bisa aja menurut orang lain luar biasa. Iya, mungkin itu yang dinamakan the power of writing.

Karena gue percaya, sesuatu yang dilakukan dengan hati, pasti akan diterima oleh hati juga. Sesuatu yang dilakukan dengan hati, nggak akan pernah sia-sia. Aduh, jadi sedih....

...

Di awal tahun 2014, gue punya target pageviews blog harus nembus 500,000 di akhir tahun nanti. Sekarang, belum akhir tahun, pageviews blog udah nembus 1,000,000. Well, that escalated quickly.

Subscribers blog gue via email di awal tahun masih di bawah 100. Kemarin, gue baru ngecek lagi. Kaget. Kopi yang gue minum hampir tumpah. Jakarta tiba-tiba mati listrik. Muncul kodok raksasa dari tanah. Gue ngeliat ke layar laptop, udah ada 500-an subscribers. Itu tandanya, setiap gue update postingan baru, ada 500-an orang yang nerima email pemberitahuan duluan. 

Banyak banget. Nggak nyangka. Semoga itu manusia semua, bukan email dari bot. 

1,000,000 PAGEVIEWS

Dan, di postingan ini, gue pengin ngucapin makasih banyak buat semua pembaca blog gue yang udah luangin waktu baca, komentar, share ke media sosial, atau yang mampir doang karena nggak sengaja kepencet. Makasih banyak. Tanpa kalian, blog ini bukan apa-apa. 

Makasih buat laptop yang udah jadi tempat gue ngetik postingan. Makasih buat Boy yang udah kontribusi nulis walaupun gue juga yang ngetikin. Makasih buat semua yang udah ngirim email ke Kotak Surat gue. Makasih buat yang setiap hari mampir ke sini. Pasti kalian jomblo! 

Dan, kalo kalian baca sampe habis, gue pengin tau nih, sejak kapan kalian baca blog gue ini. Tau dari mana, kesan-pesannya gimana, saran, kritik, dan yang lain-lainnya kalo ada. Nggak perlu promosi link blog kalian. Silakan langsung di-share aja di kolom komentar di bawah. I really appreciate it. \o/

Sekali lagi, makasih buat kalian semua. 

Selamat Ulang Tahun, Jamban Blogger!

Tahun baru identik dengan perubahan. Seperti blog gue, yang sekarang mengalami perubahan. Banyak perubahan terjadi dalam waktu satu tahun ini yang membuat blog gue semakin berkembang. Mulai dari tampilan baru, segmen baru, sampai semangat nge-blog yang tentunya harus selalu baru. Semuanya nggak lepas dari orang-orang di sekitar gue. Juga dari salah satu komunitas blogger yang gue ikuti, Jamban Blogger.

Bulan April tahun lalu, gue baru masuk ke komunitas dengan nama yang unik ini. Pernah gue buat postingannya juga di sini. Nggak kerasa, udah terhitung hampir satu tahun gue bergabung. Gue masih inget, waktu awal-awal gue masuk, membernya masih sedikit banget. Bikin thread hari ini, bisa aja dibalesnya tiga hari kemudian. Login hari ini, bisa aja masuknya baru tiga hari kemudian. Eh, nggak separah itu juga. Dulu, gue sering janjian online bareng anak-anak buat nge-forum. Makanya, walaupun member masih sedikit, tapi yang aktif lumayan banyak. Itu semua pun membuat gue 'nekat' untuk coba ngadain kopdar.

Dan, yah... yang datang pada kopdar pertama juga belum cukup untuk dijadikan sebuah tim futsal dengan seorang pelatih. Karena tim inti futsal beranggotakan lima orang ditambah seorang pelatih itu jumlahnya enam. Tanpa cadangan. Jumlah orang yang datang pada kopdar pertama hanya lima orang. Kalo main futsal, pasti kalah karena kecapean.

Tanpa persiapan, kita semua yang awalnya datang untuk sekedar ngopi-ngopi dan ngobrol, berangkat ke JCC, Senayan. Sempet salah turun di halte Transjakarta juga. Terus nyari taksi, nggak ada yang mau. Jadilah kita dibuat muter-muter di Gelora Bung Karno, jalan kaki. Tapi, itu semua terbayar lunas. Sekarang, biarkan foto-foto yang bercerita dulu...

Jamban Blogger
Berlima, yang fotoin satpam.

Jamban Blogger
Terus nonton acara MBDC.

Jamban Blogger
Foto-foto juga sama Jebraw. Jalan-jalan, Men!

Jamban Blogger
Gambar seadanya. 

Cerita lengkapnya, bisa baca postingan Tiwi di sini. Lanjut lagi, kopdar kedua yang agak berbeda. Karena founder Jamban Blogger jauh-jauh dari Malang datang ke Jakarta. Sempet diculik ke Monas. Karena belum ke Jakarta namanya kalo belum pernah ke Monas. 

Jamban Blogger
Satu aja, ya, fotonya.

Cerita lengkapnya, bisa baca postingan Hena di sini. Ada lagi kopdar pas gue dan Mas Ariesadhar talkshow, acara Jakbookfiesta, di f(x) Sudirman. Gue pernah absen kopdar pas acara SocMedFest karena lagi kurang enak badan. Tapi gue nyempetin diri untuk ikutan #KumpulKeblog yang ternyata... rame banget yang dateng. :')

Jamban Blogger
Ngerusuhin talkshow orang di Jakbookfiesta.

Jamban BloggerNgetest foto panorama. 

Jamban Blogger
Rame, euy. 

Cerita lengkap tentang #KumpulKeblog episode pertama, bisa baca postingan Rizky di sini. Saat #KumpulKeblog kedua, gue nggak ikut karena lagi ada acara. Keseruan #KumpulKeblog episode kedua yang diadakan di Ragunan itu bisa dibaca di blognya Imas. Oh iya, cerita kopdar Jamban Blogger di acara SocMedFest bisa dibaca di blognya Ucup

Gue bersama dua member Jamban Blogger (Tiwi dan Ucup) juga pernah loh ngeramein acara #NgeblogYuk yang diadain sama Benakribo. Di acara tersebut, kita juga mempromosikan Jamban Blogger. Dan alhasil, Bena ikutan gabung deh di forum blogger yang kece ini. Keseruan acara #NgeblogYuk bisa dibaca di postingan Bena yang ini.

Jamban Blogger
Benakribo.

Jamban Blogger
Trio moderator Jamban Blogger bareng Benakribo.

Udah hampir setahun gue masuk Jamban Blogger, udah banyak juga perubahan yang terjadi dan gue alami. Member jelas terus bertambah, walaupun ada yang cuman daftar untuk promosi blog, kemudian menghilang begitu saja. Tampilan juga berubah, menjadi lebih fresh dan simpel seperti sekarang. Banyak diskusi dan debat yang terjadi, tapi itu semua nggak merusak pertemanan kita. 

Semua perubahan ini perlu waktu. Dan dalam komunitas, berubah menjadi lebih baik itu membutuhkan niat dan usaha satu sama lain. Perubahan udah pasti terjadi. Nggak bisa dihindari. Tapi bisa dipengaruhi. Walaupun ada kesulitan, tapi gue yakin pasti bisa diatasi. Karena kesulitan itu diciptakan agar kita semua berusaha. Untuk saling membantu, bersama-sama membangun komunitas ini menjadi lebih baik ke depannya. 

Selamat ulang tahun, Jamban Blogger!

Jamban Blogger

Faktor yang Membuat Blog Menarik

Beberapa waktu lalu saat main ke jambanblogger.com, gue mampir ke salah satu topik berjudul, "Faktor apakah yang membuat blog menarik?" Pertanyaan itu diajukan oleh salah satu temen blogger gue, Fadhli. Setelah lumayan lama nge-blog, gue pikir ada baiknya juga kalo gue coba bantu jawab. Siapa tau jawaban gue ini bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa.  

Ada lima faktor yang disediakan, lalu gue urutkan dari yang terpenting. Gue memikirkan alasan yang cocok kenapa gue bisa mengurutkan seperti itu. Sampai akhirnya kopi sachetan hadir dan membantu kinerja otak gue mencari jawabannya. Dari kelima faktor yang membuat blog menarik itu, gue menanalogikan blog sebagai rumah kita di dunia maya. 

Ketika sosial media seperti Friendster tergantikan oleh Facebook dan kemudian digusur lagi oleh Twitter, gue menyimpulkan bahwa hanya blog yang nggak akan pernah basi. Blog yang gue analogikan sebagai rumah itu lengkap karena semuanya ada. Mulai dari tulisan, foto, video, bahkan widget berupa sosial media itu sendiri ada di blog. Nah, buat yang udah bosen main sosial media karena ketemu orangnya itu-itu aja, gue saranin mending nge-blog aja.

Terus, apa aja faktor yang membuat blog menarik? Here we go: 
Blog
1. Tampilan

Anggaplah blog itu rumah. Pembaca adalah tamu yang mampir ke rumah kita. Tentunya, kita harus membuat tamu nyaman dong? Sama halnya kayak blog. Mau konten atau isinya sebagus apapun, kalo tampilannya bikin sakit mata dan nggak nyaman, siapa coba yang betah? Misalnya aja, Raditya Dika yang tulisannya nggak usah diragukan lagi. Kalo tampilan blognya bikin sakit mata, siapa yang betah? Gue pribadi, nggak betah. Hehehe.

Karena setiap mampir ke sebuah rumah, otomatis yang kita lihat pasti tampilannya duluan. Sama halnya kayak blog. Setiap mampir ke sebuah blog, otomatis yang kita lihat pasti tampilannya duluan. Bikin nyaman? Bacanya pun jadi enak. Bikin sakit mata? Ya selamat tinggal pembaca. Minimal, tampilan yang simpel atau minimalis udah cukuplah. 

Nggak usah pake widget lagu, karena selera musik orang beda-beda. Nggak usah pake widget jam atau kalender, karena teknologi udah canggih, tinggal lihat gadget aja. Nggak usah pake widget semut-semutan, karena berbahaya jika nanti ada berita, "Seorang Blogger Menonjok Layar Komputer Karena Kesal Ada Semut di Layar" di media massa.

2. Konten

Setelah tampilan udah membuat pembaca nyaman, baru kita ngisi kontennya. Anggaplah blog itu rumah. Setelah pembaca melihat tampilan rumah kita yang asik, pasti nggak sabar mau masuk dong? Nah, isi dalam rumah itu adalah postingan-postingan kita. Konten ini yang menentukan, setelah masuk ke dalam rumah, pembaca betah atau mau cepat-cepat keluar? 

Sebisa mungkin, isi kontennya yang menarik dan informatif. Walaupun blog personal, siapa yang betah dicurhatin mulu? Apalagi yang isinya galau-galauan. Kecuali, pembaca kalian adalah tipe pendengar yang baik, yang bisa dijadikan tempat curhat. Tapi, percayalah bahwa hidup terlalu indah untuk dipake galau-galauan. Mending juga nge-blog. Selain bermanfaat, hati juga jadi lega. Isi blognya? Curhat. Sama aja. Sekali-sekali, buatlah postingan-postingan dengan tema yang berbeda. Jangan yang itu-itu aja. Kita sebagai tuan rumah harus membuat tamu berpikir, "Wah, minggu ini dia curhat, minggu depan apa ya? Mampir, ah!" 

Buat pembaca penasaran dan ketagihan untuk mampir lagi. 

Gue juga lebih menghargai mereka yang membuat postingan tutorial, berita dan semacamnya ketimbang yang postingannya copas. Anggaplah blog itu rumah. Emang mau dibilang sama tamu, "Isi rumah elu kok sama kayak rumah sebelah?" Kalo kalian mencuri tulisan milik orang lain, cepat atau lambat rumah kalian bakalan dikepung sama "polisi" 

Inget, 


"Blogging isn't about publishing as much as you can. It's about publishing as smart as you can." ― Jon Morrow

3. Loading Blog

Ini hanya pendukung. Anggaplah blog itu rumah. Mau masuk ke dalam, tapi pintunya susah dibuka. Harus digedor-gedor atau didorong dulu dengan keras. Pembaca pasti sabar menunggu, kalo isi di dalam rumah itu menarik. Bagaimana caranya tamu tau isi rumah itu menarik? Anggaplah pemilik rumah itu Raditya Dika. Mau pintunya susah dibuka juga, pembaca bakalan sabar nungguin. Darimana pembaca tau itu rumah Raditya Dika? 

Judul dan header bloglah jawabannya. Kedua hal itu harus mewakili sang pemilik blog atau tema blog itu sendiri. Contohnya judul blog gue: Kevin Anggara. Header blog gue menggambarkan tema dan ilustrasi diri gue. Dari header itu, tamu juga jadi bisa tau bahwa, "Ooo, si Kevin suka warna merah. Si Kevin pendukung Manchester United. Si Kevin pake kacamata. Si Kevin suka minum kopi sambil main laptop." Kurang lebih gitu. 

Eh, ini bahas loading blog, kan? Anywayloading blog itu hanya pendukung sih. Yang penting tampilan dan isinya menarik, pembaca pasti bakalan sabar nunggu. Lanjut...


4. Ilustrasi

Ini juga hanya pendukung. Udah gue bahas sedikit juga di atas. Anggaplah blog itu rumah. Kalo di depan rumah ada halaman depan yang ditanami pepohonan rimbun, nggak usah masuk juga udah pasti betah, kan, karena adem. Sama halnya kayak blog. Tapi tergantung, kalian adalah tipe blogger yang pengin menonjolkan ilustrasi atau konten?


Kalo blogger yang biasa bikin artwork gitu, postingannya pasti penuh ilustrasi buatan sendiri. Saran gue sih, usahakan ada tulisannya sedikit, biar postingannya lebih berisi dan nggak berkesan kayak album foto. Bisa tulisan tentang proses pembuatan artwork, alat-alat yang digunakan, kenapa membuat artwork itu, dan sebagainya. 

Gue sendiri betah dan suka kalo blogwalking, terus nemuin blog yang isinya artwork.

5. Domain .com



Anggaplah blog itu rumah. Kalo tamu udah pernah mampir dan kita pindah rumah (alamat blog), pasti sebagian tamu bakalan bela-belain nyari alamat baru kita. Sama pandangannya dengan: Belum pindah domain = ngontrak. Pindah domain = beli rumah sendiri. Nggak wajib dan begitu berpengaruh untuk membuat suatu blog terlihat menarik.

Banyak yang udah pindah rumah, tapi belum tentu isinya bagus. Banyak yang belum pindah rumah, tapi belum tentu isinya jelek. Sebagian orang mungkin pengin praktis, karena malas ngetik alamat blog panjang-panjang. Sebagian orang mungkin menilai, dengan domain .com berarti kelihatan lebih profesional. Pindah atau nggak, itu pilihan kalian.
***

Gue mengurutkannya seperti di atas dengan penilaian pribadi gue setiap mengunjungi suatu blog. Menarik atau nggak, gue menilainya dari faktor-faktor tersebut. Jadi, kalo ada yang nggak sependapat sama gue, ya nggak masalah. Boleh juga sharing di comment-box, menurut kalian, apa faktor yang membuat blog menarik? Urutkan (tampilan, konten, loading blog, ilustrasi, domain .com), lalu beri alasannya juga. Oiya, jangan lupa baca tulisan gue di Nyunyu tentang 4 hal penting yang harus kamu tahu sebelum nge-blog

Like I said before, anggaplah blog itu rumah. Sekarang, tergantung gimana caranya membuat tamu nyaman dan betah. Punya blog tapi nggak pernah di-update itu kayak rumah, tapi nggak berpenghuni. Isinya kosong. Awas aja, nanti ada hantu loh. 

Lalu, jangan lupakan prinsip dasar sebuah blog. Iya, berbagi. Semakin banyak berbagi, semakin banyak juga yang didapat. Jangan nge-blog untuk terkenal. Jangan nge-blog untuk mencari banyak followers. Jangan nge-blog untuk menghasilkan uang. Tapi nge-bloglah karena kalian ingin berbagi. Karena berbagi nggak pernah rugi.

Cheers! \o/ 

#NgeblogYuk dari Sekarang!


Gue sedang menulis draft postingan dengan segelas ice-coffee yang menjadi teman gue di setiap malam. Untuk mengistirahatkan pikiran sejenak, jari gue mulai mengklik tombol mouse dan berpindah tab dari blog ke twitter. Keasyikan scrolling timeline membuat telunjuk kanan gue keram. Gue lalu terhenti dan melihat sebuah twit dari Bena, yang isinya kurang lebih adalah ajakan untuk ngumpul bareng blogger-blogger di Jakarta. Kebetulan, Bena lagi free. Beli satu, gratis Bena. 

Sebagai seorang blogger yang sangat bersemangat, gue mengirim e-mail sesuai syarat untuk ikutan acara yang dinamakan #NgeblogYuk itu. Kalo dikonfirmasi, berarti ini adalah pertemuan pertama gue dengan Bena secara langsung. Pertemuan pertama yang nantinya akan dihiasi dengan obrolan-obrolan seputar internet dan juga blog. Pertemuan pertama yang nantinya akan mempertemukan gue dengan inspirator gue dalam dunia blog. Kalo dipikir-pikir, romantis juga, ya. 

Keesokan harinya, gue bangun dengan tujuan bermalas-malasan karena kebetulan hari libur. Gue lupa, kemarin gue sempet ngirim e-mail ke Bena. Tapi, habis scrolling timeline dan melihat Bena muncul lagi, gue langsung ngecek inbox e-mail. Dan ternyata, ada e-mail konfirmasi yang mengharuskan gue datang ke salah satu mall di Jakarta Selatan, menghadiri acara #NgeblogYuk bersama keempat blogger lain. Dua diantaranya adalah anak-anak komunitas blogger yang gue ikuti, Jamban Blogger.

Saat itu juga, gue langsung bersiap-siap untuk berangkat dengan TransJakarta. Gue adalah orang Jakarta yang punya keinginan untuk membuat Jakarta bebas macet, yah walaupun kemungkinannya lebih kecil dari mata gue sendiri, salah satu caranya adalah dengan naik angkutan umum ini. 

Nah, sesampainya di sana, gue keliling mall sambil naik-turun eskalator. Oh, bukan... gue bukan nungguin mereka. Tapi gue lagi nyari toilet, kebelet pipis, eh kencing. Pipis itu cewek, kencing itu laki! Beda, ya. Hape di kantong celana sebelah kanan gue kemudian bergetar, tanda ada sms yang masuk. Smsnya kurang lebih tentang pemindahan tempat acara berlangsung, dari salah satu coffee shop ke coffee shop lainnya. 

Sambil nungguin mereka, gue langsung mendatangi coffee shop yang dimaksud, memesan segelas ice cappucinno yang ternyata paling murah dari ice-coffee lainnya, kemudian mengeluarkan laptop untuk menulis postingan. Sampai akhirnya mereka datang, lumayan, gue udah dapet satu draft postingan. 


Oh iya, gue pengin kenalin dulu siapa aja yang datang di acara #NgeblogYuk ini. Yang pertama, udah jelas ada Bena yang ngadain acara seru ini. Bena adalah seorang blogger yang juga merangkap sebagai penulis buku "Benabook". Lalu, ada Vendry, pemilik Moinblog yang isinya dijamin bikin perut menjerit kelaparan. Bikin ngiler pula. Ada juga teman dari Bena dan Vendry, yaitu Natasha, Brand Ambassador @iwearbanana. Sayang, blognya udah ditutup. Doi sekarang lagi bikin naskah buku loh. 

Nggak lupa dong, ada dua orang temen gue dari Jamban Blogger. Mereka adalah Ucup dan Tiwi. Ucup adalah seorang blogger yang baru-baru ini semangat banget nge-blog. Doi katanya sedang mencari jati diri. Ucup mengambil jurusan Public Relation, dan jelas, Ucup ini orangnya nggak bisa diem. Tiwi, yang baru-baru ini kuliah dan mengambil jurusan Sastra Indonesia. Suka nulis cerpen dan puisi di blognya. 

Gue juga dapet temen baru di acara ini. Ada kak Pingkan yang ternyata paling senior di antara kita. Bayangin aja, doi udah nge-blog sejak 2003 di Friendster! 2003 itu gue baru aja umur 6 tahun dan masuk SD. Kemudian ada Ravi, salah satu teman Bena, yang baru nge-blog belum lama ini. Blognya berisi tentang Fashion DIY, dan menjadikannya sebagai fashion-blogger cowok pertama yang gue kenal. Terus yang terakhir, ada Sabila yang jauh-jauh dari Bekasi untuk ikutan ngeramein acara ini. Totalnya jadi ada 9 orang. 


Oke, here we go ke inti acaranya. Di acara ini, kita saling sharing soal blog, review blog, berbagi pengalaman, sampai curhat dan yang terakhir main games. Yang awal-awalnya pada diem-dieman doang, lama kelamaan suasana jadi cair dan kita mulai akrab satu sama lain. Berkat Ucup dan Ravi juga yang pinter ngomong dan bikin acara makin seru. 

Dari acara ini, gue juga jadi dapet banyak ilmu tentang nge-blog. Sampai akhirnya di penghujung acara, yaitu kesimpulan, Bena memberikan kesan dan pesan untuk kita. Pesan-pesannya positif, membangun dan bermanfaat banget. Nggak nyesel deh dateng ke acara ini, dapet temen baru, dapet pelajaran juga. Gue juga ikut-ikutan ngomong, setelah dipaksa sih. 

"Pada dasarnya, nge-blog itu untuk berbagi. Bukan untuk terkenal dulu." Gue membuka suara. Suasana mendadak jadi serius. Bena membenarkan kacamatanya. Vendry membenarkan posisi duduknya. Ucup menatap mata gue dalam-dalam. Tiwi mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Pingkan langsung menoleh ke arah gue. Sabila tetap diam dalam posisinya. Ravi... kemana Ravi?! 

Oh, ternyata Ravi duduk di belakang gue. Ravi kemudian melepaskan topinya.  

"Gue nge-blog sih buat berbagi dulu ke pembaca." Gue melanjutkan. "Perihal terkenal atau yang lainnya, itu cuman bonus. Kalo kita sering-sering berbagi dan konsisten, pada akhirnya kita juga bakal dikenal dengan sendirinya." Suara gue masih tetap kecil, tapi masih bisa didengar oleh semua yang ada di situ. 

Gue juga mendapatkan pertanyaan dari Ravi, "Ada batasan minimal berapa post dalam satu bulan?" Gue jawab "Ada. Kalo gue, mulai dari Februari kemarin mulai konsisten dan serius nge-blog. Minimal 4 postingan dalam satu bulan. Gue juga punya jadwal sendiri dalam publish postingan. Biasanya setiap Sabtu, malam minggu."

"Setelah publish postingan di hari Sabtu, gue kemudian menyiapkan postingan untuk Sabtu berikutnya. Jadi, bukan tiap hari Sabtu, gue baru ngetik lalu langsung publish. Biasanya, gue selalu siapin postingan duluan. Ada beberapa postingan gue yang nggak di-publish di hari Sabtu. Itu biasanya postingan penting, atau untuk keperluan event." 

Ravi menambahkan, "Apa hambatan nulis di blog?" 


Bena yang pertama kali menjawab. Tapi Vendry langsung nyeletuk, "Bena itu selalu punya rencana untuk nulis di blog. Idenya banyak banget. Nah, karena kebanyakan, biasanya malah nggak jadi". Bena tertawa, lalu membenarkan kata Vendry. Bena juga bocorin sedikit rahasia, kalo dia sekarang lagi pengin bikin blog baru. Tentang... ah namanya juga rahasia.

Gue kebagian untuk menjawab. "Hambatan gue nulis di blog, hmm... paling ada pembaca yang nggak setuju dengan postingan gue. Itu doang. Padahal, mereka nggak harus setuju kok. Karena semua orang punya pendapatnya masing-masing."


Waktu terus berjalan, nggak kerasa acara udah mau selesai. Sesi terakhir, kita foto-foto bareng, dan baru inget kalo kita semua punya hape. Soalnya, saking seru acara #NgeblogYuk, kita nggak sempet mainin hape. Hehe. Gue juga nggak lupa foto-foto bareng Bena, terus gue ngasih buku #SGFD ke Bena. Yah, ini pertemuan yang keren banget. Selanjutnya, gue berharap bisa ikutan lagi. 


Nah, temen-temen, menurut gue, nge-blog itu bener-bener bermanfaat loh. Selain bisa nambah banyak temen baru, kita bisa nambah pengetahuan juga. Cerita-cerita yang kita tulis di blog juga nantinya bisa kita baca lagi di hari tua, bisa diceritain ke anak-cucu juga. FYI, Bena ini pernah dapet undangan ke luar negeri loh berawal dari nge-blog. Dari nge-blog juga Bena sempet sharing, dia bisa bayar uang kuliahnya sendiri. Jadi mengurangin beban orang tua juga. Wow. Buat yang masih males update blog dan baru mau bikin blog, semoga postingan ini bermanfaat, ya. #NgeblogYuk dari sekarang!

Segmen Baru

Interabsurd

Menurut gue, nggak ada ide yang bener-bener orisinil di dunia ini. Yang ada hanya terinspirasi, sebuah pemikiran dari sudut pandang berbeda atau inovasi dari ide-ide sebelumnya. Kreativitas seseorang itu nggak harus orisinil. Mengembangkan sebuah ide yang udah ada sebelumnya, justru itulah yang disebut inovasi. Iya, menciptakan ide yang orisinil itu nggak mudah. Simpelnya, dari sekian banyaknya manusia di dunia ini, masa iya, nggak ada yang sepemikiran dengan kita? Ada, dan udah pasti banyak banget. Tapi satu hal yang pasti, hanya ciptaan Tuhan yang orisinil.

Setelah kurang lebih 2 tahun nge-blog, akhirnya blog ini "kedatangan" sebuah segmen baru juga. Segmen ini terinspirasi oleh Wawancaur-nya bang Roy Saputra, dan gue semakin yakin dengan ini setelah Arie Sadhar juga membuat Interv123. Belum tau apa itu Wawancaur? Wawancaur adalah proses wawancara yang dilakukan secara awur-awuran oleh Roy Saputra di blog-nya. 

Beberapa waktu lalu, gue sempet ngobrol-ngobrol dengan Bernard Batubara tentang dunia kepenulisan. Postingannya bisa dibaca di SINI. Yap, dari obrolan yang hampir mirip seperti wawancara itu, gue pengin coba bikin segmen baru ini di blog. Kebetulan, postingan itu juga mendapat respon yang positif dari pembaca. Jadi, kenapa gue nggak membuat inovasi dari ide wawancaur ini aja? Hehe. 

Masih hampir sama dengan wawancaur, segmen baru ini berisi tentang wawancara, tanya-jawab, atau bisa aja ngobrol-ngobrol santai dengan beberapa bintang tamu (cieilah) yang bakal gue undang khusus dengan harapan, segmen baru ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Yeah, berbagi itu nggak pernah rugi. Gue seneng bisa berbagi dengan orang-orang lewat tulisan. Nggak jarang, gue juga dapet apresiasi berupa komen-komen dari pembaca yang udah baca tulisan gue. The power of writing. 

Nah, pasti udah penasaran kan dengan nama segmen baru ini? Jujur, gue nggak jago dalam hal bikin nama kayak gini. Gue aja sempet nggak bisa tidur gara-gara mikirin nama yang cocok. Pertama, gue bikin singkatan dari "ngobrol" dan "blog", karena isinya adalah ngobrol-ngobrol dan di-publishnya di blog. Tapi hasil singkatanya malah absurd, jadinya: GOBLOG. Karena gue nggak mau segmen baru ini disebut sebagai segmen sesat dan pembodohan orang-orang banyak, gue pun nggak jadi memakai nama GOBLOG. Maaf, GOBLOG. Waktumu hanya sampai di sini.

Gue lalu konsultasi dengan beberapa orang, termasuk dengan bang Roy Saputra sendiri. Setelah memberi tau ciri-ciri dan hal-hal apa yang pengin gue isi di segmen baru ini, bang Roy memberi beberapa masukan yang gue catat dalam daftar "calon nama segmen" di note handphone. Bang Roy memberikan pilihan nama: 1) Intervin (Interview bareng Kevin) dan 2) OBSURD (Obrolan Absurd). Setelah melalui tahap pemilihan yang dilakukan oleh kedua kubu otak kanan dan kiri, akhirnya gue menjatuhkan pilihan kepada Intervin. Intervin ini kemudian gue otak-atik lagi sampai menjadi Intervlog (Interview dengan Kevin di Blog). Tujuannya sih biar nuansa blog-nya lebih berasa, tapi jatohnya malah mirip resep masakan di warkop. Indomie dengan telor cevlog. 

Oke, kenapa nggak gue pake kata absurd aja? Lalu secara singkat, terbentuklah Interabsurd (Interview Absurd). Beh.... sadis, gue emang (nggak) kreatif abis! Kabarnya, setelah mendengar nama segmen baru gue ini, SBY sampai membuat rapat dengan menteri-menteri di Istana Merdeka perihal "Penghapusan Interabsurd Demi Keamanan dan Peradaban Manusia di Muka Bumi", Morgan sampai keluar dari SMASH dan yang paling parah, gue baru ambil rapor minggu depan. Curhat colongan, yak. 

So, please welcome....  JENG JENG JENG.... 

INTERABSURD (INTERVIEW ABSURD) yang bakal hadir setiap sebulan sekali di kevinanggara.com. Interabsurd pertama juga bakal gue mulai pada akhir bulan ini. Pada penasaran dong, siapa yang beruntung.. atau malah sial... gue undang untuk diwawancarai dengan beberapa pertanyaan yang mungkin aja absurd, atau bahkan bener-bener cerdas sampai Einstein pun nggak bisa menjawab? Yeah, tungguin aja! 

***

Belum lama ini, video buku pertama gue, Student Guidebook for Dummies, akhirnya jadi juga. Konsep videonya juga sama kayak Interabsurd, wawancara. Walaupun nggak ada gue, ya karena bukunya lebih keren dari penulisnya, gue harap video ini bisa menghipnotis orang-orang yang nonton untuk segera pergi ke Gramedia, mencari buku gue, dan membayarnya di kasir. Langsung aja, check this, out!

From ZERO to HERO

From Zero to Hero

Sebelumnya, biarkan gue mulai dengan menceritakan tentang awal mula gue nge-blog dan tentang lahirnya blog ini. Gue baru mulai nge-blog sejak tahun 2011. Di dunia internet, pertama kali gue masih ngaskus. Iya, gue belum tau apa itu blog. Waktu itu, secara nggak sengaja gue baca buku Raditya Dika yang kebetulan tergeletak tak berdaya di kamar gue. Buku ini punya abang gue ternyata.

Setelah gue baca, ternyata ini orang kampret banget. Lucu abis, sob. Dari tulisan, ternyata seorang penulis bisa menyampaikan sebuah pesan melalui cerita yang dipadukan komedi dengan sudut pandang yang unik. Gue mulai tertarik untuk mencoba nulis. Waktu itu, gue baru tau bahwa ternyata buku pertama Radith adalah hasil-hasil tulisannya dari blog. Keren abis. Gue juga pengin jadi penulis.

Blog pertama gue di tahun 2011 isinya ya curhatan/cerita-cerita ngaco seorang pelajar. Tentang pengalaman saat di MOS, dihukum guru, diomelin kakak kelas dan sebagainya. Waktu itu gue masih inget, gue baru kelas 2 SMP. Blog gue ini juga pembacanya masih dikit, gue jadi males nulis postingan dan alhasil... gue lupa password blog pertama gue ini. PAHIT. Nggak menyerah, gue malah semakin bersemangat untuk aktif nge-blog lagi. Gue juga pengin jadi penulis. 

Blog yang sekarang kalian baca ini tercipta awal 2012. Dengan tema dan nama "Pelajar Absurd". Alasan gue memakai nama ini simpel, karena gue sendiri masih seorang pelajar saat itu (sekarang juga). Gue pun bingung, kata apa yang harus gue pakai untuk melengkapi kata pelajar? Gue browsing sana-sini, blogwalking dari blog satu ke blog lainnya, tapi nihil. Nggak dapet referensi apa-apa. 

Tapi, kenapa gue nggak coba main ke blog si Radith? Siapa tau gue dapet referensi? Gue terus coba browsing dan blogwalking, akhirnya sampailah gue di blog si Radith. Judul blognya: Raditya Dika dan Hal Absurd lainnya. Hmm, absurd? Jujur, saat itu gue baru pertama kali melihat kata absurd. Gue coba translate lewat google, ternyata absurd artinya kurang lebih begini: konyol, menggelikan, nggak masuk akal.

Wah, gue langsung tertarik dan coba menggabungkan kata pelajar dengan absurd. Dan jadilah Pelajar Absurd.

The Story Begins

Gue mulai aktif nge-blog. Mulai kenal sama penulis dan blogger-blogger terkenal yang akhirnya menginspirasi gue. Siapa aja? Baca di sini, deh. Blog gue mulai berkembang seiring gue rajin nulis postingan. Gue suka nyuruh temen-temen sekolah gue untuk baca postingan gue, supaya bisa memotivasi gue untuk lebih semangat. 

Pengen mengasah kemampuan nulis, gue lalu mencoba untuk iseng ikutan lomba blog (nulis) buat dapetin Sony Vaio. Hitung-hitung nambah pengalaman. Sayang, semesta belom mengizinkan gue untuk menang. Gue belajar dari pengalaman itu, melihat kekurangan gue dimana, dan mencoba untuk memperbaikinya. And this, postingan lomba blog pertama gue.

4 bulan kemudian, sekitar bulan November 2012, gue ikutan lomba blog dari JNE. Temanya: Pengalamanku Bersama JNE. Kebetulan, gue juga punya sedikit pengalaman selama kirim-kirim barang/terima barang dengan JNE. Gue menuangkan ide-ide dan pengalaman yang gue alami, dan singkat cerita, tulisan gue terpilih masuk 22 besar dan berhak mendapatkan voucher belanja Rp100.000. Lumayan, awal yang bagus menurut gue. 

Waktu itu, Alitt (@shitlicious) juga ikutan, dan nasibnya sama kayak gue — 22 besar. Sayang, semesta belom mengizinkan gue untuk masuk 3 besar. Tapi nggak apa-apa lah. Lebih baik dari yang sebelumnya. 

Seiring waktu berjalan, gue semakin sering nulis di blog. Iya, walaupun cuman tulisan absurd. Tapi, gue senang bisa berbagi dengan para pembaca lewat tulisan. 

Ke-absurd-an blog gue pun membawa berkah. Gue dihubungi editor dari salah satu penerbit. Dia mengenal gue dari blog absurd ini, yang gue pelihara setahun belakangan. Singkat cerita (lagi), setelah pertemuan itu, gue pun membuat sebuah naskah. Naskah pertama buku gue. Selama 2–4 minggu gue aktif di depan komputer, mengetik naskah. Hasilnya? Sekarang, buku pertama gue (Student Guidebook for Dummies) udah terbit, dan tinggal launching ke Gramedia. Perjalanan gue bertemu editor ini udah pernah gue ketik di sini dan sini.

Semakin sering gue nulis, ternyata hasil tulisan gue juga ikutan berkembang. 

April 2013, gue lalu mencoba ikutan lomba blog, lagi. Waktu itu, salah satu seller Rubik’s langganan gue mengadakan lomba review. Review tentang toko rubik si seller. Kebetulan, gue pengen menceritakan pengalaman gue juga dengan rubik, sekaligus memasukan sedikit review-review dan “testimoni” tentang toko itu. Iya, gue ikutan. 

Di bulan yang sama, gue yang sedang patroli di timeline twitter melihat sebuah info lomba blog. Lomba blog Teknologi Hijau dari blogdetik dan Daihatsu. Jujur, gue nggak membayangkan hadiahnya saat itu. Yang gue tau, gue paham dengan tema yang akan dibahas, dan tergeraklah tangan gue untuk mengetik apa yang gue tau ini di blog. Iya, gue ikutan. 

Kenapa gue ikutan kedua lomba blog diatas? Kebetulan, gue paham dengan tema yang akan dibahas. Rubik, ini permainan sehari-hari gue, dan semua rubik yang gue punya, gue beli dari toko yang mengadakan lomba itu. Teknologi Hijau, ini adalah pembahasan yang menarik bagi gue. Selain tergabung dengan komunitas pecinta lingkungan di Kaskus, gue juga sering baca-baca artikel tentang teknologi ramah lingkungan. Jadi, gue lumayan paham.

From ZERO to HERO

Semesta mempertemukan gue dengan 2 kebetulan ini. Di bulan April 2013, gue menyelesaikan 2 postingan tentang lomba blog, dan 8 postingan absurd lainnya (liat aja Widget "Cerita2 Absurd Gue" pada bulan April). Jadi, total 10 postingan dalam 1 bulan. Lumayan produktif. 

Mei 2013, kebetulan lagi, 2 lomba blog yang gue ikuti akan mengumumkan pemenangnya. Tanggal 14 Mei 2013, gue diberitahu oleh seller rubik, bahwa gue juara pertama dalam lomba review yang diadakan olehnya. Nggak nyangka, ternyata orang absurd kayak gue bisa juara pertama dalam lomba ini. Postingannya bisa kalian baca di sini.

Nggak cukup sampai disitu, 18 Mei 2013, sekitar pukul 05:00 pagi, gue terbangun dari tidur. Sebagai anak gaul, setelah buka mata, gue langsung ngecek twitter. Banyak mention yang masuk ngucapin selamat karena katanya gue udah menang lomba blog Teknologi Hijau. Gue ngomong dalam hati “Ah becanda lo... ini mimpi kayaknya, gue belom bangun.” 

Gue lalu ngecek website blogdetik dan..... bengong dulu sekitar 30 detik. Agak nggak percaya. Gue menyadarkan diri kembali dan melihat nama blog gue ada di urutan paling atas. Iya, gue juara pertama lagi! FYI, hadiahnya iPhone 5. Postingannya bisa kalian baca di sini.

I deserve it.

From Zero to Hero
Lomba nulis dari Kaskus dan JNE.

From Zero to Hero
Lomba nulis di Kaskus lainnya.

From Zero to Hero
Lomba review di blog.

From Zero to Hero
Lomba #TeknologiHijau

Sekarang, semesta bener-bener mengizinkan gue untuk aktif nulis.

Sebenernya, sebelum pengumuman lomba juga gue udah pernah bilang bahwa nggak penting gue menang atau kalah. Sama aja. Yang penting gue bisa berbagi sama semua orang dan pembaca lewat tulisan. Yeah, i do what i love, and i love what i do. Menurut gue, hadiah itu HANYA apresiasi atas apa yang gue tulis. Gue menempatkan hadiah di posisi kedua. Posisi pertama? Respon dari para pembaca. Iya. Itu lebih penting, bagi gue.

Sebuah tulisan tanpa para pembaca itu kosong. Ibarat bumi tanpa ada manusia di dalamnya. Jadi, berterimakasihlah kepada semua pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan kalian. Tanpa para pembaca setia, tulisan kita bukan apa-apa. - Kevin Anggara, 16 tahun, pelajar absurd.

Menurut gue, nge-blog itu adalah lebih kepada berbagi dengan para pembaca. Bukan begitu? Hehe. Nggak sampai situ aja, gue pernah diundang ngisi acara kopdar SFTH Kaskus. Jadi, gue dikasih sesi untuk jadi pembicara gitu. Semacam talkshow pertama lah bagi gue. Nih, buat yang mau baca field report-nya di sini.


From Zero to Hero

Perception

Semenjak Kemal Palevi terkenal lewat ciri khas absurd-nya di Standup Comedy, apa-apa yang berkaitan dengan absurd pasti dibilang "meniru" Kemal. Padahal, belum tentu maksud orang yang memakainya begitu. Masih banyak contoh lain yang mirip kayak gini. Misalnya blog dengan judul "catatan sesat mahasiswa" pasti dibilang "meniru" Alitt, padahal belum tentu maksudnya begitu. Menurut gue, mungkin mereka hanya terinspirasi. Yah, namanya juga hidup. Biar orang yang menilai diri kita. 

Mungkin itu aja yang bisa gue sampein kali ini. Gue rasa udah kepanjangan, yah. Oh iya, mengenai nama absurdisme, gue udah jelasin darimana awal mula namanya di sini. Yang kalian baca ini adalah sedikit kisah perjuangan gue selama nge-blog sampai sekarang. Sebuah awal pahit yang berakhir manis. Percaya sama gue, setiap usaha kalian pasti ada hasilnya, sekecil apapun itu. Jadi, jangan cepet nyerah dan putus asa. If you can see it, you can have it. Sometimes, you need to be freak to create something great.

Sebelum postingan ini berakhir juga, gue pengin ngucapin terimakasih banyak buat pembaca setia blog gue ini. Dulu yang blog gue bukan apa-apa, masih NOL, dan pembacanya sedikit. Sekarang, udah bisa berkembang dan meningkat lumayan bagus. Tanpa kalian semua, gue bukan apa-apa. Terimakasih! :')

Basa-basi


Halo buat para pembaca setia blog ini. Cielah kayak punya aja. Lama nggak update blog, baru sekarang deh sempet. Sabtu kemarin seharian penuh ada kopdar sama salah satu komunitas blogger. Maklum, lah. :))

Oh iya, gue punya jadwal update postingan tiap hari Sabtu. Entah kenapa, udah terbiasa aja. Biar gue serasa punya deadline gitu kayak penulis beneran. Jadi, hari ini sedikit gue "langgar". Tapi nggak apa-apa lah, yang penting update. 

Hari ini gue pengen bahas sedikit tentang blog gue. Terutama template dan headernya. Menurut gue, emang bener sih, rada mirip sama blog Alitt dan Bena. Mirip sama blog Alitt karena layoutnya, mirip sama Bena karena warna merahnya. Padahal nggak ada maksud ngikutin. Gue kebetulan suka warna merah dan template simple gini.

Gue bikin template ini bawaan dari template blogger yang simple, terus desain sendiri sampe kayak sekarang ini. Gue nggak suka yang ribet-ribet. Kayak gini menurut gue udah simple dan pas. Jadi, kalo mirip ya wajar. Gue juga baru nambahin fitur "slider" di bawah header. Lumayan lama buatnya. Sekarang bawaannya jadi makin mirip blog Bena.

Oh iya, Alitt dan Bena ini adalah inspirator gue juga dalam dunia blogging dan menulis. Udah gue bahas di sini. Yap, sekarang template blog-blog yang kebetulan gue kunjungin juga udah mirip-mirip semua kayak gini. Dominan warna merah. Ada yang biar beda diganti warnanya doang. Ada.

Oke, cukup basa-basinya soal template blog ini. Selera template blog gue, Alitt, dan Bena ternyata sama. Yang penting, gue nggak bener-bener plagiat dan copas. Apalagi sampe copas isinya. Heuheu..

Lanjut lagi...

Awalnya background blog gue itu batik gitu, tapi nggak sempet gue screenshot semua. Gue cuman punya headernya doang satu: 

Untung belum ada sarang laba-laba.

Iya, itu pas awal 2012. Itu adalah header versi pertamanya. Versi kedua yang ada kacamata gitu, dan gue taroh di tengah. Pas gue cari-cari di data komputer, nggak ketemu. Mungkin pembaca blog gue dulu pada tau atau inget. Cuman ini berkas yang gue punya. Hiks.

Dari template batik itu, gue langsung rombak abis jadi kayak sekarang. Dominan warna merah putih, sampe sekarang juga masih tetep (terinspirasi dari warna bendera Indonesia juga, nih). Cuman ada beberapa pergantian header.

1.
2.
3.
4.
Gue bahas dari nomor 1, ya. Itu mungkin (udah agak lupa) adalah header pertama gue saat ganti template. Ada meme Mother of God, yang kemudian dibawahnya gue tambahin tulisan Mother of Blog. Ada gambar kacamata, rubik, sepatu futsal gue, dan beberapa icon sosial media. Taglinenya masih: Catatan sesat seorang pelajar. Juga ada kata: "Don't be stupid!" yang gue bawa dari blog terdahulu. Di tengah-tengah, gue masih pake kata ABSURD BLOG. Ciri khas, broh.

Header ke 2. Nggak banyak yang berubah, ya. Tambahan logo windows (waktu itu gue lagi demen sama windows phone), Nokia Lumia merah, dan gitar.  Mother of Blog udah gue ganti jadi: an ABSURD little thing called BLOG.

Header ke 3. Nah ini, nih! Gue baru menang iPhone 5 dari lomba blog saat itu. Jadi, langsung aja gue ganti logo windows dan Nokia Lumia-nya menjadi logo Apple dan iPhone hitam. 

Header ke 4. Cuman ada perubahan warna iPhone. Saat menang, gue ngarepnya dapet yang warna hitam. Eh dapetnya yang putih. Yaudah deh. Diganti lagi, ya. Di header ke 4 ini juga gue udah ngerubah kata "ABSURD BLOG" menjadi "ABSURDISME". Gue nemuin kata ini tanpa sengaja. Waktu itu lagi ngetren kata dengan akhiran -isme. Pas gue tambahin kata absurd, eh cocok juga. Absurdisme bisa dibaca langsung, bisa juga dipisah jadi absurd is me. Gue = absurd, gitu.


Di header kelima ini, gue agak rombak dari yang dulu. Ada kartun gue-nya di kiri dan kanan. Rubik dan gitar masih tetap. Penambahan icon aplikasi iPhone yang menurut gue unik, emoticon Line, tulisan "Trust me, i'm a blogger!" dan "writer: Kevin Anggara". Jadi lebih simple menurut gue.

--------------

Seperti gue bilang diatas, ada penambahan fitur slider. Mungkin nanti bakal gue isi sampe 3 atau 4. Tergantung kondisi, ya. Untuk sekarang, gue isi 2 gambar. Yang satu promo buku gue gitu, yang kedua akun-akun sosial media gue. Nggak apa-apa kali eksis, sekali-kali bro! Hahahaha. 

Eh, kepanjangan yah basa-basi gue. Intinya gitu. Gue cuman pengen ngasih tau sedikit tentang template blog gue dan tentang blog ini. Oh iya, gue bikin header 1 sampai 4 pake Paint. Yang terakhir pake photoshop, tapi caranya sama kayak pas make Paint.  Cuman pindah-pindahin dan nambahin gambar. Nggak jago make photoshop gue. By the way, makasih udah luangin waktu untuk baca. Sekian.